21/01/2018

Cryptocurrency

The crypto story 2018

Setelah kita mengetahui currency, e-currency kini saat kita mengetahui apa itu Cryptocurency. Crypto berasal dari Cryptografy (kriptografi). Kriptografi disebut juga Enkripsi yaitu cara untuk mengamankan komunikasi terhadap pihak ketiga. Sedangkan Currency adalah mata uang. Cryptocurrency merupakan mata uang virtual (digital) yang digunakan sebagai mata uang alternatif yang biasanya bersifat desentralisasi. Dimana nilainya tidak diintervensi oleh negara manapun, termasuk pencetus/developernya sendiri, melainkan hanya ditentukan oleh pasar.

Penggunaan Cryptocurency dalam transaksi antar negara tidak diperlukan adanya jasa penghubung, seperti Paypal dan Western Union, dimana pengirim dana akan dikenakan biaya yang cukup besar. Sementara itu apabila memiliki uang biasa nilainya akan terus menurun (mengalami inflasi).

Cikal bakal Cryptocurency adalah Bitcoin yang dicetuskan oleh Satoshi Nakamoto tahun 2009, dan saat ini telah dapat dipergunakan di berbagai belahan dunia. Ketika  Bitcoin baru muncul  harga per coin hanya USD 0.08 atau sekitar Rp 200 per coin, tetapi di bulan Oktober 2017, harga 1 coin Bitcoin senilai USD 6.000 lebih atau lebih dari Rp 71 juta per coin. Sehingga kalau ingin invest dengan membeli Bitcoin maka sangat dibutuhkan biaya yang sangat besar.

Melihat dari fenomena tersebut  maka cyrptocurrency bukan hanya sebagai mata uang namun juga memililki fungsi investasi (komoditi) sehingga disebut juga “emas digital”

Saat ini lebih dari 1.450 jenis Cryptocurency yang ada di dunia dengan volume  perdagangan USD 899 juta per hari, dan total general USD 55,2 miliar berada di pasar modal. Diantara cryptocurency terkenal yang berada di 10 besar coinmarketcap.com (CMC) adalah:

  1. Bitcoin
  2. Ethereum
  3. Ripple
  4. Bitcoin Cash
  5. Stellar
  6. Litecoin
  7. EOS
  8. NEO
  9. NEM
  10. IOTA

Harus difahami juga bahwa tidak semua coin yang ada menggunakan system miner/tambang, di CMC dapat kita lihat ada tanda BINTANG yang artinya *Not Mineable.

Dari sisi tekhnologi yang mendukung, coin-coin tersebut secara umum menggunakan tekhnologi blockchain atau ethereum. Hanya ada 2 coin yang menggunakan tekhnologi dagchain yaitu IOTA & BYTEBALL.

Sebagai alternatif dari Bitcoin, saat ini banyak bermunculan crypto-crypto baru yang prospektif diantarany adalah DAGCOIN karena diusung dengan tekhnologi Dagchain yang digadang-gadang akan menjadi tekhnologi crypto masa depan dan juga dengan membawa platform MERCHANT PAYMENT & untuk penggunaan sehari.

Pengunaan tekhnologi Dagchain sudah terbukti sejak 2015 dengan lahirnya IOTA yang sekarang berada pada 10 besar di market dan dikatakan sebagai raksasa tidur. Kedua adalah BYTEBALL pada tahun 2016 dengan perkembangan harga bahkan hingga lebih dari $900 dalam 6 bulan di market.

Ini fenomena menarik sehingga munculnya Dagcoin pada 2018 dengan tekhknologi Dagchain tidak perlu diragukan lagi tekhnologinya dan bakal menjadi crypto yang paling banyak digunakan di jagat raya.

Apapun crypto baru yang muncul bahkan setiap harinya, rata-rata menggunakan tekhnologi blockchain atau ethereum atau tekhnologi sendiri namun tetap mengadopsi tekhnologi blockchain. Namun Dagcoin hadir jelas berbeda dengan yang lain dengan percaya diri mengusung tekhnologi Dagchain.